KOMPONEN INPUT
KEYBOARD
QWERTY adalah salah satu jenis tata letak tombol-tombol pada keyboard. Tata letak QWERTY ini pertama kali digunakan pada sebuah mesin tik buatan E. Remington pada tahun 1874.
Dinamakan demikian karena tombol-tombol huruf Q, W, E, R, T, dan Y
berada secara berurutan seperti terlihat dalam baris paling atas dari
papan ketik ini (yaitu yang dipakai pada kebanyakan keyboard komputer
saat ini).
Dvorak adalah sebuah tata letak papan ketik yang dipatenkan tahun 1936 oleh August Dvorak (seorang profesor dan psikolog pendidik di University of Washington.Meskipun gagal menggantikan tata letak Qwerty , Dvorak didukung oleh semua sistem operasi besar (Microsoft windows, Mac OS X, Linux dan BSD) dengan menyertakan akses bagi pengguna tata letak papan ketik ini di samping tata letak QWERTY.

Keyboard ini di buat dengan maksud menyempurnakan jenis keyboard yang
sudah ada,yaitu dengan memisahkan kedua bagian keyboard (dengan kiri dan
kanan). Bagian kiri dan kanan keyboard di pisahkan dengan sudut 15
derajat dan dibuat miring ke bawah. Selain itu, keyboard Klockenberg mempunyai tombol-tombol yang dibuat lebih dekat (tipis) dengan meja kerja sehingga terasa lebih nyaman. Keyboard Klockenberg tampak lucu karena dipisahkan bagian kiri dan kanannya yang relatif lebih banyak memakan ruang.

Tak seperti keyboard pada umumnya yang datar, keyboard ini dibuat agak cekung ke dalam. Dengan pertimbangan bahwa pada saat jari-jari itu dijamin tidak akan membentuk satu garis lurus.

Tombol-tombol yang ada pada keyboard Alphabetik disusun persis seperti pada tata letak Qwerty maupun Dvorak, tetapi susunan hurufnya berurutan seperti pada urutan alphabet. Keyboard alphabetik juga tidak dapat
menyaingi popularitas tata letak Qwerty, tetapi biasanya banyak ditemui
pada mainan anak-anak, sehingga anak-anak diajar mengenal huruf
alphabet. Bagi pengguna yang bukan tukang ketik, barangkali tata letak
ini cukup membantu. Tetapi, dari hasil pengujian, penggunaan tata letak
seperti ini justru memperlambat kecepatan pengetikan.
MOUSE
Mouse adalah alat untuk memasukkan perintah ke
komputer dengan metode pointer pada layar. Mouse merupakan perangkat
input selain keyboard. Jika pada keyboard untuk memindahkan tempat
kursor pada layar harus menggunakan tombol navigasi up, down, left dan
right maka pada mouse cukup dengan
menggeser mouse ke atas- ke bawah atau kekiri-ke kanan.
Mouse pertama kali dibuat pada
tahun 1963 oleh
Douglas Engelbart
berbahan kayu dengan satu tombol. Kemudian muncul mouse model kedua
dengan 3 tombol. Dan pada tahun 1970, Douglas Engelbart memperkenalkan
mouse yang dapat mengetahui
posisi X-Y pada layar. Mouse ini dikenal dengan nama X-Y Position Indicator.
mouse ini biasanya digunakan pada komputer pentium 1 dan pentium 2
Mouse
PS/2 ini yang digunakan pada computer Pentium 3 dan Pentium 4.

Yaitu sistem
koneksi mouse menggunakan
USB. Sistem ini mulai banyak dipakai setelah tahun 2002, yaitu saat berkembangnya
Windows XP. Sistem koneksi mouse menggunakan USB banyak dipakai pada
Laptop.

Mouse
Wireless adalah mouse yang
tidak menggunakan
kabel untuk menghubungkan mouse ke komputer. Pada mouse wireless dipakai
teknologi infra merah, bluetooth atau sinyal radio.
Mouse generasi selanjutnya adalah mouse optical, artinya sensor gerakan diambil melalui sebuah sensor cahaya.
Mouse optical tidak memakai bola dalam mendeteksi gerakan namun
mendeteksi pantulan dari pergerakan mouse terhadap tatakan mouse.Kelebihan dari mouse optical adalah bebas dari perawatan dan resolusinya lebih detail, sehingga pergerakan mouse pada layar menjadi lebih tepat dan akurat.
KOMPONEN OUTPUT
MONITOR
- Monitor Tabung Sinar Katoda
Tabung sinar katoda (bahasa Inggris: cathode ray tube atau CRT),
ditemukan oleh Karl Ferdinand Braun, merupakan sebuah tabung penampilan
yang banyak digunakan dalam layar komputer, monitor video, televisi dan
oskiloskop. CRT dikembangkan dari hasil kerja Philo Farnsworth yang
dipakai dalam seluruh pesawat televisi sampai akhir abad 20, dan
merupakan dasar perkembangan dari layar plasma, LCD dan bentuk teknologi
TV lainnya.

Tabung sinar katoda pada pesawat televisi 14 inch. Versi paling awal CRT adalah sebuah dioda katoda-dingin, sebuah
modifikasi dari tabung Crookes (lihat sinar-X) dengan layar dilapisi
fosfor, kadangkala dipanggil tabung Braun. Versi pertama yang
menggunakan kathoda panas dikembangkan oleh J.B. Johnson (yang merupakan
asal istilah noise Johnson) dan H.W. Weinhart dari Western Electric dan
menjadi produk komersial pada 1922. Sinar katoda adalah aliran elektron kecepatan tinggi yang dipancarkan dari katoda yang dipanaskan dari sebuah tabung vakum. Dalam tabung sinar katoda, elektron-elektron secara hati-hati diarahkan
menjadi pancaran, dan pancaran ini di"defleksi" oleh medan magnetik
untuk men"scan" permukaan di ujung pandan (anode), yang sebaris dengan
bahan berfosfor (biasanya berdasar atas logam transisi atau rare earth.
Ketika elektron menyentuh material pada layar ini, maka elektron akan
menyebabkan timbulnya cahaya. Secara teori, CRT dan LCD memiliki perbedaan di mana CRT menggunakan
elektron yang ditembakkan ke layar sehingga mewarnai menjadi suatu
gambar. LCD memiliki cahaya di belakang yang konstan di mana intensitas
kecerahan menjadi berbeda karena adanya penutupan/penghalangan dari
molekul untuk sinar yang melewati panel.
Tampilan plasma adalah sebuah tampilan layar datar emisif di mana
cahaya dihasilkan oleh phosphor yang tereksitasi oleh sebuah pelepasan
muatan plasma antara dua layar datar gelas. Gas yang dilepas muatannya
tidak mengandung merkuri (berlawanan dengan AMLCD); sebuah campuran gas
mulia (neon dan xenon) digunakan. Campuran gas ini sulit bereaksi dan
sama sekali tidak berbahaya.

Sejarah Tampilan plasma diciptakan di Universitas Illinois oleh Donald L. Bitzer
dan H. Gene Slottow pada 1964 untuk Sistem Komputer PLATO. Panel
monochrome orisinal (biasanya oranye atau hijau) menikmati penggunaan
yang bertambah pada awal 1970-an karena tampilan ini kuat dan tidak
membutuhkan sirkuit memori dan penyegaran. Namun diikuti oleh kurangnya
penjualan yang dikarenakan perkembangan semikonduktor memori membuat
tampilan CRT sangat murah pada akhir 1970-an. Dimulai dari dissertasi
PhD Larry Weber dari Universitas Illinois pada 1975 yang berhasil
membuat tampilan plasma berwarna, dan akhirnya berhasil mencapai tujuan
tersebut pada 1995. Sekarang ini sangat terangnya dan sudut pandang
lebar dari panel berwarna plamsa telah menyebabkan tampilan ini kembali
mendapatkan kepopulerannya.
LCD (Inggris: Liquid Crystal Display)/Tampilan kristal cair juga
dikenal adalah suatu jenis media tampilan yang menggunakan kristal cair
sebagai penampil utama. LCD sudah digunakan di berbagai bidang misalnya
dalam alat-alat elektronik seperti televisi, kalkulator ataupun layar
komputer. Kini LCD mendominasi jenis tampilan untuk komputer desktop
maupun notebook karena membutuhkan daya listrik yang rendah, bentuknya
tipis, mengeluarkan sedikit panas, dan memiliki resolusi tinggi.
Pada LCD berwarna semacam monitor, terdapat banyak sekali titik cahaya
(piksel) yang terdiri dari satu buah kristal cair sebagai sebuah titik
cahaya. Walau disebut sebagai titik cahaya, kristal cair ini tidak
memancarkan cahaya sendiri. Sumber cahaya di dalam sebuah perangkat LCD
adalah lampu neon berwarna putih di bagian belakang susunan kristal cair
tadi.
Titik cahaya yang jumlahnya puluhan ribu bahkan jutaan inilah yang
membentuk tampilan citra. Kutub kristal cair yang dilewati arus listrik
akan berubah karena pengaruh polarisasi medan magnetik yang timbul dan
oleh karenanya akan hanya membiarkan beberapa warna diteruskan sedangkan
warna lainnya tersaring.
Organic Light-Emitting Diode (OLED) atau dioda cahaya organik adalah
sebuah semikonduktor sebagai pemancar cahaya yang terbuat dari lapisan
organik. OLED digunakan dalam teknologi elektroluminensi, seperti pada
aplikasi tampilan layar atau sensor. Teknologi ini terkenal fleksibel
dengan ketipisannya yang mencapai kurang dari 1 mm.
Latar Belakang Teknologi OLED ditemukan oleh ilmuwan Perusahaan Eastman Kodak, Dr.
Ching W. Tang pada tahun 1979. Riset di Indonesia mengenai teknologi ini
dimulai pada tahun 2005. OLED diciptakan sebagai teknologi aternatif
yang mampu mengungguli generasi tampilan layar sebelumnya, tampilan
kristal cair (Liquid Crystal Display atau LCD). OLED terus dikembangkan
dan diaplikasikan ke dalam piranti teknologi tampilan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar